Gawai
Jumat, 20 Maret 2026 16:09 WIB

Intel berencana naikkan harga prosesor mereka 10%

Intel baru saja dilaporkan akan menaikkan harga prosesor mereka sebesar 10%.

Intel dikabarkan sedang bersiap melakukan kenaikan harga di seluruh lini produk CPU-nya, dimulai dengan kenaikan moderat sebesar 10%. Kebijakan ini diambil di tengah kesulitan perusahaan menyeimbangkan kapasitas produksi antara segmen konsumen baik di lini PC dan Laptop serta segmen Enterprise yang permintaannya melonjak drastis.

Kenapa ini bisa terjadi?

Pergeseran tren teknologi dari pelatihan AI ke inferensi AI membuat beban kerja yang bergantung pada CPU menjadi semakin krusial. Permintaan tinggi dari para hyperscaler terhadap prosesor server seperti Intel Xeon Gen 4 memaksa Intel mengalihkan lini produksi chip mereka, yang berdampak pada kelangkaan dan kenaikan harga di pasar konsumen.

Kenapa harus sekarang?

  • Dilema Produksi: Intel kesulitan memenuhi permintaan korporasi tanpa mengorbankan stok untuk pasar konsumen. Prioritas saat ini dialihkan untuk melayani kebutuhan pusat data dan infrastruktur AI.
  • Biaya Komponen (BOM) Meningkat: Kenaikan harga CPU ini terjadi bersamaan dengan kelangkaan memori (DRAM) dan GPU, yang membuat biaya produksi (Bill of Materials) vendor PC meningkat tajam.
  • Dampak pada Konsumen: Laporan IDC menyebutkan bahwa hampir "mustahil" bagi perakit PC atau gamer untuk mendapatkan spesifikasi anggaran (budget) dengan harga rendah dalam situasi saat ini.
  • Tekanan pada Manufaktur: Para produsen perangkat khawatir kenaikan harga dari Intel akan menggerus margin keuntungan mereka secara signifikan, mengancam keberlangsungan operasional vendor PC pihak ketiga.

Pax insight

Bagi Anda yang berencana membangun PC atau membeli laptop baru, situasi ini menandakan berakhirnya era perangkat murah. Kenaikan harga CPU, ditambah kelangkaan komponen lain, akan membuat harga perangkat komputasi di tahun 2026 menjadi lebih mahal bagi rata-rata pengguna.